Yang Baru di Liga Inggris 2019/2020 2

Yang Baru di Liga Inggris 2019/2020


Jakarta – Liga Inggris 2019/2020 akan bergulir akhir pekan ini. Sejumlah perubahan dan hal baru mewarnai kompetisi musim ini. Apa saja?

Kick off Premier League 2019/2020 akan dilakukan pada Jumat (9/8/2019) malam waktu setempat atau Sabtu (10/8/2019) dini hari WIB. Pertandingan antara Liverpool dan Norwich City di Anfield akan jadi tirai pembuka kompetisi.

Untuk musim ini, Premier League menerapkan beberapa aturan baru. Berikut ini adalah hal-hal baru yang akan mewarnai Premier League 2019/2020 seperti dikutip dari situs resmi kompetisi.




1. Jeda di Pertengahan Musim

Premier League selama ini dikenal sebagai liga yang tak mengenal jeda musim dingin. Saat Natal dan tahun baru, roda kompetisi tetap berjalan.

Mulai musim 2019/2020, Premier League akan menerapkan jeda di pertengahan musim. Mereka tak menyebutnya sebagai winter break, tapi mid-season player break.

Bukan di akhir tahun sampai pergantian tahun, masa istirahat akan ada di bulan Februari 2020 antara tanggal 8-15. Meski demikian, bukan berarti tidak akan ada pertandingan pada saat itu. Dari 10 pertandingan, masing-masing lima laga akan dimainkan pada akhir pekan di tanggal 8 dan 15 Februari.


2. Aturan Head-to-Head

Premier League selama ini memakai aturan selisih gol jika ada dua tim yang punya poin sama. Jika selisih gol sama, maka barulah turun ke jumlah gol yang dihasilkan. Jika tak ada perbedaan, baru akan dilakukan playoff.

Mulai musim 2019/2020, Premier League akan memakai head-to-head. Jika ada dua klub atau lebih yang punya jumlah poin, selisih gol, dan produktivitas gol sama –yang menentukan juara, tiket ke kompetisi Eropa, atau degradasi– maka catatan head-to-head akan dipakai untuk jadi penentu posisi di klasemen.

Tim yang mengumpulkan poin paling banyak dalam duel head-to-head akan berada di posisi yang lebih tinggi di klasemen. Jika masih sama juga, maka tim yang mencetak gol tandang lebih banyak akan menempati posisi lebih tinggi di klasemen.

Ketika head-to-head tetap tak bisa menentukan, maka playoff akan digelar di tempat netral.

3. Video Assistant Referee (VAR)

Foto: Michael Steele/Getty Images

Saat liga-liga Eropa sudah memakai Video Assistant Referee (VAR) pada musim lalu, Premier League belum menerapkannya. Mulai 2019/2020, Premier League akan memakai teknologi tersebut.

Seluruh 380 pertandingan akan dipantau lewat VAR. Seorang wasit akan memantau pertandingan lewat sejumlah layar di VAR Hub di London.

VAR hanya akan digunakan untuk ‘kesalahan yang jelas’ atau ‘insiden serius yang terlewatkan’ dalam empat situasi yang bisa mengubah pertandingan: gol, keputusan penalti, kartu merah langsung, kesalahan identifikasi pemain. Meski demikian, keputusan akhir tetap ada di tangan wasit yang memimpin pertandingan.

Di stadion dengan layar besar, VAR juga memungkinkan untuk menayangkan video yang berkaitan dengan insiden yang sedang ditinjau.


4. Kiper yang Menghadapi Penalti Harus Berdiri di Garis Gawang

Mulai 2019/2020, kiper yang menghadapi penalti paling tidak harus menempatkan satu kakinya di garis gawang. Atau, jika melompat, kiper harus tetap sejajar dengan garis gawang.

Kiper juga tidak diperbolehkan berdiri di belakang garis gawang saat tendangan penalti.

Sementara itu, pemain yang memenangkan penalti dan cedera pada prosesnya, punya peluang untuk bisa menjadi eksekutor. Mereka diperbolehkan mendapat perawatan kilat dan kemudian mengambil penalti, bukannya meninggalkan lapangan dan tak bisa menjadi eksekutor.

5. Kartu Kuning dan Merah untuk Manajer

Manajer dan ofisial tim harus menjaga sikap di pinggir lapangan jika tak mau dapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ofisial tim akan dikartu merah jika terbukti bersikap buruk.

Jika pelaku tidak bisa diidentifikasi, maka kartu akan diberikan ke pelatih senior di area teknik –biasanya manajer atau pelatih kepada– sebagai orang yang bertanggung jawab atas ofisial tim.


6. Aturan Pergantian Pemain

Protokol baru terkait pergantian pemain akan diterapkan di Premier League 2019/2020. Untuk meminimalisasi potensi buang-buang waktu, pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan di titik terdekat dari pinggir lapangan.

Pengecualian hanya akan diterapkan jika wasit memberi indikasi kalau pemain boleh meninggalkan lapangan dengan cepat di garis tengah atau arah yang berbeda karena alasan keamanan atau cedera. Begitu diganti, pemain haruss berada di area teknik atau ruang ganti.

7. Pagar Betis Saat Tendangan Bebas

Kiper yang menghadapi tendangan bebas tak akan lagi menghadapi ‘penyusup’ di pagar betis yang dibangun pemain bertahan.

Pada musim-musim sebelumnya, pemain dari tim yang mendapat tendangan bebas bisa berdiri di antara pagar betis pemain lawan untuk mengusik atau menghalangi pandangan kiper. Mulai 2019/2020, hal itu tidak akan diperbolehkan.

Ketika ada pagar betis yang dibangun oleh tiga pemain atau lebih, pemain dari tim lawan dilarang berada dalam jarak satu meter. Jika aturan tersebut dilanggar, wasit akan memberikan tendangan bebas tidak langsung.

8. Handball

Mulai 2019/2020, gol yang tercipta lewat handball atau ada handball dalam prosesnya tidak akan disahkan. Apapun kondisinya, sengaja atau tidak sengaja, gol tersebut akan dianulir.

Namun aturan lebih longgar akan diterapkan untuk bola yang memantul. Jika bola mengenai tangan setelah membentur tubuh siapa pun, maka tidak akan dianggap handball.

Simak Video “Delapan Pemain Diisukan Bakal Didepak Juventus, Siapa Saja?
[Gambas:Video 20detik]
(nds/raw)


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *