Suka Tak Suka, VAR Mesti Diterima 2

Suka Tak Suka, VAR Mesti Diterima


Jakarta – Video Assistant Referee (VAR) memberi bumbu dramatis untuk akhir duel Manchester City vs Tottenham Hotspur. Mauricio Pochettino menyebut VAR tak terhindarkan.

Liga Inggris untuk pertama kalinya menerapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di musim ini. Pada pertandingan Man City vs Tottenham di Etihad Stadium, Sabtu (17/8/2019) malam WIB, teknologi tersebut memberikan dampak krusial terhadap hasil laga.




Dalam kedudukan 2-2 di masa injury time, tuan rumah mencetak gol lewat Gabriel Jesus. Jesus dan rekan-rekannya pun sempat merayakan gol tersebut, kemudian menata diri kembali bersiap untuk kick-off.

Tapi ternyata VAR membisikkan ke wasit Michael Oliver bahwa gol tersebut tidak sah. Bola lebih dulu mengenai tangan Aymeric Laporte sebelum diterima Jesus.

Sesuai aturan baru Liga Inggris, gol yang tercipta atau dalam prosesnya terdapat handball, meskipun itu tak disengaja, akan dianulir. Alhasil skor pun kembali sama kuat 2-2 dan bertahan sampai peluit akhir.

Selepas laga perdebatan soal VAR pun muncul kembali, salah satunya terkait bagaimana teknologi itu merusak emosi permainan sepakbola atau perihal inkonsistensi penggunaannya. Manajer Tottenham Mauricio Pochettino menegaskan bahwa sekarang ini VAR sudah tak bisa dihindari dan mesti diterima.

“Kami mesti menerimanya. Saya dulu sedikit kritis terhadap VAR, tapi sekarang kami harus menerima aturan-aturannya,” ujarnya dikutip BBC.

“Sekarang hal itu menguntungkan buat kami, tak diragukan lagi bahwa itu mungkin takkan menguntungkan kami di kesempatan lain. Ini adalah aturan yang perlu diterima,” tandasnya.

Simak Video “Delapan Pemain Diisukan Bakal Didepak Juventus, Siapa Saja?
[Gambas:Video 20detik]
(raw/ran)


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top