Selain Persija, 2 Tim Ini Juga Enggan Tampil karena Teror Suporter 2

Selain Persija, 2 Tim Ini Juga Enggan Tampil karena Teror Suporter


Teror suporter tuan rumah memang tidak jarang membuat tim tamu tidak nyaman. Tidak tim-tim dalam negeri, tim yang berlaga di Liga Champions Eropa juga pernah mengalaminya, salah satunya adalah Tottenham Hotspur saat bertandang ke markas Ajax Amsterdam.

Tidur para pemain Spurs jelang leg kedua semifinal Liga Champions juga sempat terganggu setelah fans garis keras Ajax, menyalakan petasan dan mercon tak jauh dari hotel mereka. Namun Spurs berhasil melewati teror itu dengan baik. Pada pertandingan yang berlangsung di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, keesokan harinya, Spurs berhasil menang 3-2 dan lolos ke babak final. Spurs yang kalah 0-1 di leg pertama melaju setelah unggul gol tandang. 

Di Indonesia, teror suporter tuan rumah terhadap tim tamu juga bukan hal baru. Persija juga bukan satu-satunya yang menolak bertanding gara-gara ‘sambutan hangat’ tuan rumah.

Pada babak 8 besar Liga Indonesia 2005 lalu, Persebaya menolak bertanding melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, 21/9/2005. Manajer Persebaya kala itu, Saleh Ismail Mukadar, enggan membawa pasukannya ke arena pertarungan karena khawatir dengan keselamatan Bonek yang tengah berada di Jakarta. 

Menurutnya, sejumlah Bonek terluka usai diserang di ibu kota. Dia juga menyampaikan sebagian juga hilang saat tiba di Pulo Gadung. Saleh lalu menyampaikan kondisi ini kepada Walikota Surabaya, Bambang DH yang kemudian memintanya memulangkan Persebaya. 

Saleh lau mengembalikan trofi Liga Indonesia kepada wartawan dan menolak bertanding melawan Persija Jakarta di laga terakhir babak 8 besar grup A. Dalam dua pertandingan sebelumnya, Persebaya bermain imbang 2-2 melawan PSM dan kalah 0-1 dari PSIS. 

Akibat kejadian ini, Persebaya dinyatakan kalah WO dan Persija menang 3-0 tanpa memeras keringat. Persija yang sebelumnya menang 1-0 atas PSIS dan seri 1-1 melawan PSM akhirnya menempati posisi tertasa dan melaju ke babak final dengan koleksi 7 poin. 

Akibat mundurnya Persebaya, PSIS menjadi tim yang paling dirugikan. Sebab Mahesa Jenar akhirnya harus puas berada di urutan kedua dengan koleksi 6 poin. Padahal, PSIS bisa saja lolos bila Persebaya Surabaya memilih tetap bertanding melawan Persija Jakarta. 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top