Persija Luncurkan Pusat Pengembangan Pemain Muda 2

Persija Luncurkan Pusat Pengembangan Pemain Muda


Eduardo Perez menegaskan tiga unsur penting yang akan menjadi fondasi utama Persija Development Center, yaitu Life, Education, and Football.

“Mereka akan tinggal di mess, seperti La Masia milik Persija. Kami ingin mengembangkan kepribadian mereka sejak dini. Kami peduli semua hal terkait pengembangan karakter, di mana kami ingin memberikan edukasi agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Eduardo Perez.

“Kami memiliki standar yang tinggi untuk edukasi. Ada kelas yang harus mereka ikuti, termasuk kelas bahasa Inggris dan kelas hobi. Selain itu, tentu saja mengembangkan mereka melalui sepak bola lewat latihan tim dan latihan individu. Selain itu juga akan ada kelas untuk memberikan penjelasan mengenai tujuan mengapa mereka berlatih dengan metodologi yang mereka lakukan,” lanjut pelatih asal Spanyol itu.

Dalam presentasinya, Eduardo Perez mengungkapkan bagaimana keseharian anak-anak yang akan mengikuti program tersebut, di mana mereka memulai hari dengan sarapan yang dilanjutkan dengan latihan tim pada pagi hari. Setelah itu, mereka akan masuk ke dalam kelas dan bersekolah hingga siang hari.

Setelah makan siang, para pemain akan beristirahat dan kemudian berlatih gym dan individual pada sore harinya. Setelah makan malam, siswa akan kembali belajar hingga waktunya untuk beristirahat untuk memulai hari baru.

Sementara itu, Ferry Paulus menegaskan sekolah formal yang akan diberikan kepada siswa-siswa Persija Development Center merupakan kerja sama dengan sebuah sekolah yang terletak tak jauh dari pusat pelatihan di Sawangan. Selain itu, juga akan ada cyber school yang akan memudahkan anak-anak untuk belajar sembari berlatih.

Pendaftaran Persija Development Center dibuka terhitung sejak hari ini, Kamis (4/7/2019). Tersedia 100 slot untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan pada tahun pertama, di mana biaya pendaftaran sebesar Rp20 juta, dengan beban biaya per bulan mencapai Rp7,5 juta. Sasaran siswa pun dibidik pada usia SMP dan SMA, yaitu usia 12 hingga 16 tahun, di mana pada kesehariannya mereka juga akan menjalani sekolah formal di dalam pusat pengembangan tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *