Menilai Pelatih dari Trofi-Trofi Itu Konyol 2

Menilai Pelatih dari Trofi-Trofi Itu Konyol


Jakarta – Juergen Klopp setuju dengan pendapat Mauricio Pochettino terhadap dirinya. Ia mengungkapkan menilai pelatih dari trofi yang didapat adalah hal yang konyol.

Klopp berpeluang meraih gelar perdananya sejak menukangi Liverpool pada 2015 lalu. Ia akan memimpin timnya menghadapi Tottenham Hotspur pada final Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB di Wanda Metropolitano.


Pria asal Jerman tersebut sebelumnya kesulitan menghadirkan piala ke lemari trofi Liverpool. Padahal di bawah asuhannya, The Reds sempat tiga kali mencapai babak final (Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Liga Inggris) namun kandas.

Pada musim ini, Klopp juga mampu membawa Liverpool meraih 97 poin di Premier League dan hanya sekali kalah. Namun hal itu belum cukup untuk membawa Si Merah menjadi yang terbaik karena masih kalah dari Manchester City dengan selisih satu poin.

Meski masih nihil gelar bersama Liverpool, Klopp tetap dikagumi oleh Mauricio Pochettino. Pria asal Argentina itu mengatakan tak layak menilai pria 51 tahun tersebut hanya dari raihan trofi.

Klopp pribadi tak mau terlalu ambil pusing dengan penilaian publik, menegaskan seorang manajer mesti terima apapun sorotan dan tekanan dari publik.

“Saya pikir Poch benar tetapi itu bukanlah hal yang penting. Masalahnya adalah, Anda – ada di dunia luar – adalah hak Anda untuk menilai kami dengan apa yang kami menangkan dan apa yang tidak kami menangi,” tutur Klopp dikutip dari Guardian.

“Melihat ke belakang dalam 20 tahun dan tidak akan ada membicarakan tentang musim cemerlang kami kecuali tim yang mampu mendekati 97 poin. Tapi bagi saya pribadi ini akan terkenang selamanya.”

“Itu mungkin juga yang dialami Poch, tetapi penilaian dunia luar seperti ini dan kami harus menerimanya. Menilai seorang pelatih dengan apa yang dia menangi adalah hal yang konyol,” jelas Klopp.

“Ini karena kita semua memiliki keadaan yang berbeda. Kita semua memiliki tim yang berbeda, klub yang berbeda. Kita harus bertarung dengan atau melawan hal yang berbeda,” tuturnya

(pur/raw)


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *