Media Sosial Sarang Rasisme ke Pesepakbola, Waktunya Boikot? 2

Media Sosial Sarang Rasisme ke Pesepakbola, Waktunya Boikot?


Manchester – Rasisme yang menyasar pesepakbola marak di media sosial belakangan ini. Sudahkah saatnya untuk melakukan boikot jejaring sosial?

Dalam waktu sepakan, sudah ada dua tindakan rasial pada dua pemain di Liga Inggris. Gara-garanya sama, gagal mengeksekusi penalti.

Pemain Chelsea, Tammy Abraham, menjadi penyebab kekalahan dari Liverpool. Dia gagal saat menjadi penendang kelima The Blues di Piala Super Eropa. Tim London barat kalah 4-5 dari The Reds.




Sementara itu, Paul Pogba menjadi sasaran serangan rasisme karena kegagalan mengeksekusi penalti kala Wolverhampton Wanderers vs Manchester United. Akibatnya, The Red Devils gagal menang dan harus puas dengan skor akhir 1-1 saat bertanding di Molineux Stadium, Selasa (20/8/2019).

Eks pemain MU, Phil Neville, mengaku sangat prihatin dengan jari-jari yang agresif di media sosial. Dia mengajak untuk melakukan puasa media sosial selama enam bulan, sampai ada tindakan nyata untuk memerangi aksi rasisme.

“Saya benar-benar kehilangan kepercayaan pada siapapun yang menjalankan departemen media sosial ini, jadi saya hanya ingin tahu apakah sekarang, sebagai komunitas sepakbola, dalam hal mengirimkan pesan kuat, keluar dari media sosial,” kata Neville di Foxsport Asia.

“Enam bulan –mari keluar dari media sosial. Kita lihat efeknya pada perusahaan media sosial, apakan mereka benar-benar melakukan suatu hal mengenai itu,” dia menambahkan.

Simak Video “Mau Beli Pogba? Siapkan Rp 2,74 Triliun
[Gambas:Video 20detik]
(cas/raw)




Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top