Liga 2: Insiden Handball, Bruno Casimir Mundur dari Sriwijaya FC 2

Liga 2: Insiden Handball, Bruno Casimir Mundur dari Sriwijaya FC


BeritaBola.in, Jakarta – Pemain klub Liga 2 Sriwijaya FC, Bruno Casimir, mengundurkan diri dari tim. Bek naturalisasi itu merasa bersalah karena handball-nya menggagalkan kemenangan tim.

Pemain naturalisasi asal Kamerun itu mundur setelah Sriwijaya FC ditahan Blitar Bandung United FC dengan skor 2-2 di Stadion Siliwangi, Bandung, Senin, 4 Agustus 2019. Usai laga, dia langsung pamit untuk mengudurkan diri.

Ia mengaku merasa bersalah atas kegagalan memetik tiga poin dari kandang Blitar Bandung United FC. Saat itu memang Sriwijaya FC sudah unggul 2-1. Namun gara-gara tangan Bruno Casimir terkena bola di kotak penalti, Sriwijaya FC dapat hukuman tendangan penalti. Penyerang Blitar Bandung United FC, Mohammad Rezam Baskoro berhasil eksekusi penalti dengan sempurna pada menit 90+3 dan mengubah skor menjadi 2-2.

“Ya, saya sudah mundur dari Sriwijaya FC. Sekarang saya kumpul bersama keluarga di Tangerang,” kata Bruno Casimir, seperti dikutip laman Liga Indonesia.

Menurut Bruno sampai sekarang belum berpikir untuk mencari klub lain. “Saya belum ke mana-mana. Sekarang fokus dengan keluarga dulu,” kata dia.

Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, membenarkan Bruno Casimir sudah mundur. “Ya, Bruno Casimir sudah tidak lagi bersama kami. Bruno Casimir sudah mundur malam setelah pertandingan lawan Blitar Bandung United,” kata dia.

Bruno Casimir kerap menjadi pilihan utama di lini pertahanan Sriwijaya FC musim ini. Ia hanya dua kali menjadi pemain cadangan. “Kita ucapkan terima kasih dan apresiasi atas kinerja Bruno selama ini. Keputusannya untuk mundur telah disampaikan ke manajemen, dan kita hormati. Bruno mundur karena merasa tidak dapat menyatu dengan tim secara maksimal. Bruno mendoakan Sriwijaya FC sukses ke depannya, kitapun mendoakan Bruno,” kta Hendri Zainuddin.

Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, mengaku cukup kaget dengan keputusan Bruno Casimir. “Tapi setelah pertandingan saat mau berdoa, tiba-tiba Bruno bicara. Dia bilang mau pamit dengan jajaran pelatih dan seluruh pemain,” kata dia.

Pelatih asal Solo, Jawa Tengah, ini menyadari Bruno Casimir mengaku merasa bersalah. “Padahal tidak ada yang menyalahkannya, itu biasa dalam sepak bola,” kata dia.

Tidak adanya Bruno Casimir membuat Kas Hartadi harus memutar otak. Mengingat Bruno Casimir sudah bisa menjadi partner Ambrizal di jantung pertahanan Sriwijaya FC. “Tapi kita masih ada pemain lokal lain yang bisa dimaksimalkan seperti Rahmad Juliandri, M. Hamdan Zamzani dan Aditiya Wahyudi,” kata dia.

LIGA INDONESIA



Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *