Kisah Real Madrid Membangun Los Galacticos Jilid Tiga 2

Kisah Real Madrid Membangun Los Galacticos Jilid Tiga


BeritaBola.in, Jakarta – Los Galacticos edisi terbaru milik Real Madrid sedang dalam proses pembentukan. Klub raksasa Liga Spanyol itu kembali melakukan pembelian pemain bintang setelah sempat vakum sejak 2014.

Istilah Los Galacticos sudah melekat dengan Real Madrid dalam dua dekade terakhir. istilah itu diawali dengan gebrakan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, pada 200-2007, dengan mengumpulkan pemain bintang berharga mahal, termasuk Luis Figo, David Beckham, Michael Owen, Ronaldo, dan Sergio Ramos.

Tim Real Madrid kala itu dilabeli Los Galacticos pertama. Sebuatan Los Galacticos kedua muncul setelah 2009 ditandai dengan berkumpulnya Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Jems Rodriguez, Luka Modric, Angel di Maria.

Namun, sejak tahun 2014, pembelian pemain bintang itu seperti terhenti. Pemain besar yang terakhir didatangkan adalah Toni Kroos dan James Rodriguez. Sejak itu, dengan pengecualian dengan hadirnya Thibaut Courtois dari Chelsea pada musim panas lalu, pembelian Real Madrid sama sekali jauh dari glamor.

Dalam kurun waktu 2014 hingga 2019, deretan manajer terbaik Real Madrid, seperti Carlo Ancelotti, Rafael Benitez, Zinedine Zidae, Julen Lopetegui, Santiagi Solari, dan kemudian masa kedua Zidane praktis menggunakan kumpulan pemain yang sama, yakni Keylor Navas, Sergio Ramos, Rapahel Varane, Dani Carvajal, Marcelo, Kroos, Casemiro, Luka Modric, Isco, Bale, Ronaldo, dan Karim Benzema.

Sempat sukses dan merebut tiga gelar juara Liga Champions secara beruntun, musim lalu pasukan itu gagal meraih gelar. Kepergian Ronaldo ke Juventus, dianggap salah satu penyebabnya.

Kini, Madrid seperti hendak menebus kegagalan itu. Perez kembali melakukan belanja besar-besaran, bahkan yang terbesar dalam era kepemimpinannya. Total sebanyak 300 juta euro (Rp 4,8 triliun) sudah dikucurkan untuk membeli pemain baru. Jumlah itu melebihi pengeluaran transfer pada tahun 2009, saat mendatangkan Ronaldo, Benzema, kaka, dan Xabi Alonso, yakni sebesar 245 juta euro (Rp 3,9 triliun).

Apa sebenarnya yang terjadi? Menurut BBC, Zidane, yang kembali ke tampuk pelatih setelah sempat setengah musim pergi, berhasil mempengaruhi Perez. Pelatih asal Prancis ini mampu meyakinkan presiden klub tersebut bahwa kemunduran sedang terjadi, sehingga perlu diatasi dengan langkah tak biasa.

Zidane berprinsip performa di liga domestik merupakan cerminan dari kemampuan nyata dari sebuah tim. Dan performa Real Madrid sangat buruk pada musim lalu, hanya finis di urutan ketiga klasemen La Liga Spanyol. Mereka gagal bicara di Copa del Rey dan Liga Champions, secara total kalah 18 kali di semua kompetisi.

Zidane disebutkan telah memberi ultimatum pasti seusai menjuarai Liga Champions pada 2018: turuti semua rencananya atau ia akan kembali pergi. Perez saat itu tak memberi respons positif, sehingga pria yang biasa disapa Zizou ini memilih pergi. Sepeninggalnya, prediksinya menjadi nyata: permainan Real Madrid pada musim 2018-2019 merupakan yang terburuk dari segi prestasi.

Ketika dipanggil kembali, Zidane pun punya kekuatan lebih. Kini Perez dengan suka rela mempersilahkan Zidane untuk merombak tim dengan menghadirkan para pemain baru, yang akan ia beli pada bursa transfer musim panas.

Pencapaian utama dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas ini adalah hadirnya Eden Hazard. Pemain asal Belgia tersebut telah memikat 50.000 penggemar Real Madrid untuk hadir dan merayakan kedatangannya di Barnabeu pada 16 Juni 2019 lalu.

Hazard sudah lama bermimpi bermain untuk Real Mardid. Kini mimpi itu tercapai, ketika usianya menginjak 28 tahun. Sedikit terlambat, tapi ia yakin bisa memberikan yang terbaik dalam 5 tahun ke depan.  

Dengan harga awal 100 juta euro (Rp 1,6 triliun), mantan pemain Chelsea datang dengan status pemain bintang. Duetnya dengan Benzema sangat dinantikan.

Selain Hazard, Madrid juga mendatangkan penyerang Serbia berusia 21 tahun, Luka Jovic. Dihargai dengan 60 juta euro (Rp 965 miliar) jelas ia tak akan hanya duduk di bangku cadangan. Apalagi ketajamannya juga sudah terbukti dengan mencetak 27 goal untuk Eintracht Frankfurt pada musim lalu.


Luka Jovic. Reuters

Real Madrid juga mengeluarkan dana cukup besar, 47 juta euro (Rp 756 miliar) untuk mendapatkan Ferland Mendy dari Lyon. Bek kiri ini akan berkompetisi dengan pemain produk lokal, Sergio Reguilon untuk menggantikan pemain veteran Marcelo.

Untuk melapis Sergio Ramos, bek tengah sekaligus kapten yang kini berumur 33 tahun, Real Madrid memilih Eder Militao. Pemain itu dibeli 50 juta euro dari Porto. Satu pemain lain yang didatangkan masih berumur 18 tahun. Rodrygo Goes, pemain sayap asal Brasil, dibeli 60 juta euro dari Santos, dan dianggap sebagai investasi klub untuk masa depan.

Deretan pemain baru itu belum final. Menurut rumor yang dihembuskan media Spanyol, Zidane masih berusaha merekrut gelandang Manchaster United, Paul Pogba. Bila target itu tak berhasil, ia menyiapkan Tanguh Ndomeble, dari Lyon, sebagai cadangan.

Nama lain yang juga kerap dihubungkan dengan Madrid adalah Klylian Mbappe, bintang muda cemerlang milik Paris Saint-German. Namun usaha mendatangkan wonderkid asal Prancis itu kemungkinan akan lebih sulit dilakukan.

Penting untuk diingat, Zidane tak akan hanya mengandalkan para wajah baru itu. Ada pemain muda asal Brasil, Vinicius Junior, yang direkrut pada tahun lalu dan sejak awal disebut-sebut sebagai penerus Ronaldo.

Kesibukan Zidane di bursa transfer disebutkan tak akan segera berakhir. Kedatangan pemain baru dan kembalinya beberapa pemain pinjaman membuat skuad Real Madrid membengkak menjadi 37 pemain. 

Ada beban gaji yang harus dikurangi. Dani Ceballos, Marcos Llorente, Theo Hernandez, dan Mariano Diaz dikabarkan sudah mendapat pemotongan gahi sekitar 20-20 juta euro.

Tapi itu tak cukup. Sejumlah nama besar kemungkinan akan segera dilepas. Salah satunya adalah Gareth Bale. Pemain asal Wales itu dikabarkan memiliki hubungan yang kurang baik dengan Zidane. Karena itu mencarikan klub baru bagi mantan pemain Tottenham ini merupakan prioritas bagi Real Madrid.

Kisah Real Madrid Membangun Los Galacticos Jilid Tiga 4Gelandang Real Madrid, Gareth Bale. REUTERS/Juan Medina

Penjualan itu tak mudah karena beban harga dan gaji Bale yang tinggi. Kesulitan serupa ditemui ketika menjual gelandang asal Kolombia, James Rodriguez. Rodriguez akhirnya dipinjamkan ke Bayern Munchen. Skenario sama kini muncul buat Bale.

Selain Bale, sejumlah nama lain juga terancam. Marcelo dan Jesus Navas disebutkan akan dilepas jika terdapat tawaran yang tepat. Masa depan Isco juga serba tak tentu meskipun ia memiliki hubungan yang bagus dengan Zidance di masa lalu.

Sosok lain yang juga bisa dilepas adalah Marco Asensio. Berbakat besar, pemain ini dianggap tak menunjukkan perkembangan signifikan seperti yang diharapkan pada beberapa tahun terakhir.

Yang pasti, dalam beberapa minggu ke depan, Real Madrid masih akan sangat sibuk di bursa transfer. Membeli dan juga menjual. Hasil akhirnya sudah mulai teraba. Los Glacticos baru telah hadir dan siap mengancam para pesaingnya.

BBC | GUARDIAN | CAECILIA EERSTA 



Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *