Hadapi Persebaya, Persib Bandung Usung Misi Akhiri Tren Negatif 2

Hadapi Persebaya, Persib Bandung Usung Misi Akhiri Tren Negatif


BeritaBola.in, Bandung Persib Bandung berambisi mengakhiri periode negatif saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (5/7/2019). Misi itu diusung karena Maung Bandung gagal meraih poin penuh dalam empat laga terakhir secara beruntun.

Pangeran Biru belum sekalipun meraih kemenangan setelah meraih tiga poin di laga perdana melawan Persipura Jayapura (3-0) di kandang sendiri. Pada laga tandang melawan Semen Padang (0-0), serta tiga laga kandang menjamu Tira Persikabo (1-1), Madura United (1-1) dan Bhayangkara FC (1-2), Persib hanya meraih tiga poin dengan satu laga terakhirnya berakhir kekalahan.

Sedangkan Bajul Ijo, julukan Persebaya, dalam lima pertandingan terakhirnya mampu mengoleksi 8 poin. Bahkan pada dua laga terakhir, tim besutan Djadjang Nurdjaman meraih dua kemenangan yaitu melawan Borneo FC (1-2) dan Persela Lamongan (3-2).

“Ini adalah pertandingan menarik, Persebaya dapat hasil bagus di pertandingan sebelumnya dan kita tidak dapat. Kita belum bisa menghasilkan kemenangan dalam tiga laga terakhir di kandang meski sudah menciptakan banyak peluang. Setelah mengevaluasi, kini siap untuk dapat poin penuh di Surabaya,” kata pelatih Persib, Robert Rene Alberts.

Di sisi lain, Persib dibayangi rekor kurang memuaskan kala menghadapi tim yang diasuh Djadjang. Pelatih berusia 60 tahun itu diketahui punya tren positif sejak mundur dari Persib pada 2017. Tiga kali berjumpa, sekali saat menangani PSMS Medan dua kali menjadi arsitek Persebaya Surabaya, Djanur selalu mengalahkan Persib.

Namun di musim lalu, Persib berhasil mengalahkan Persebaya 4-3 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Menanggapi rekor pertemuan pelatih Djadjang Nurdjaman kala bertemu Persib, Robert beraksi tenang.

“Saya tidak pernah lihat ke belakang, saya selalu melihat ke depan. Karena lawan yang dihadapi adalah tim baru, saya tetap optimis mendapatkan hasil maksimal di Surabaya,” kata pelatih 64 tahun itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *