Final Copa America 2019: Ricardo Gareca, Arsitek Kebangkitan Peru 2

Final Copa America 2019: Ricardo Gareca, Arsitek Kebangkitan Peru


BeritaBola.in, Jakarta – Lionel Messi gagal. Tapi, masih ada orang Argentina penting lainnya pada pertandingan final Copa America 2019 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, dinihari nanti, Senin 8 Juli.

Pria ini mengingatkan kepada sosok manajer tim Argentina berambut panjang yang legendaris pada final Piala Dunia 1978, Cesar Luis Menotti. Nama lengkapnya Ricardo Alberto Gareca. Tapi, manajer tim nasional Peru berusia 61 tahun ini kerap dipanggil Ricarco Gareca. Dengan rambut gondrong sebahu, julukannya el Tigre dan el Flaco.

Tentang peranannya, jelas Ricarco Gareca istimewa. Dialah pelatih yang membawa Peru untuk pertama kali sejak 1975 bisa kembali menembus babak final Copa America, kejuaraan tertinggi di negara-negara Amerika Selatan.

Gareca semasa menjadi pemain di Argetina, tim nasionalnya, di klub di kawasan Amerika Selatan, adalah penyerang yang cukup andal. Yang istimewa ia adalah rekan Diego Armando Maradona di klub dan tim nasional.

Sampai sekarang Diego Maradona masih berterima kasih kepada Gareca, karena sebagai pemain pengganti el Tigre mencetak gol penting yang mengamankan Argentina untuk lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 1986.

Di kandang sendiri, Argentina ketinggalan 1-2 dari Peru. Ini berarti Peru yang akan lolos ke putaran final Piala Dunia 1986 di Meksiko dan bukan Maradona dan kawan-kawan. Saat pertandingan tersisa 10 menit, Gareca mencetak gol yang menyamakan kedudukan Argentina. Mardona cs kemudian merebut Piala Dunia 1986 tapi Gareca tak ikut serta ke Meksiko.

Adapun Peru mesti menunggu 32 tahun untuk bisa tampil lagi di Piala Dunia bersama orang yang dulu mematikan harapan mereka pada periode 1980-an, Ricardo Gareca. El Tigre yang dulu menjatuhkan Peru saat bertindak sebagai pemain Argentina dan kini sebagai pelatih, ia menaikkan kembali tim Peru.

Bersama Ricardo Gareca, Peru layak berharap tuah Argentina pada Copa America. Pasalnya, pada dua final terakhir 2015 dan 2016, Cile bisa menjadi juara berkat penanganan pelatih asal Argentina, Jorge Sampaoli dan Juan Antonio Pizzi.

Gareca menangani Peru mulai awal 2015 dan kemudian mencapai semifinal Copa. Sejak itu, Gareca telah memadukan naluri nasional Peru untuk sepak bola yang kreatif dan penuh petualangan dengan kegigihan yang tampaknya ditinggalkan di sana.

Ricarco Gareca juga membangun kembali keseimbangan tim nasional Peru yang ditinggalkan pemain karismatis mereka, Jefferson Farfan, yang cedera pada awal Copa America 2019 ini.

Ricardo Gareca mampu membawa Peru menggilas juara bertahan Cile 3-0 pada semifinal Copa America 2019. Padahal kapten tim mereka dan pencetak salah satu gol ke gawang Cile, Paolo Guerrero, sempat tak bisa main sepak bola antara Agustus dan April lalu lantaran menjalani skorsing doping.

Pada pertemuan terakhir melawan Brasil, yaitu pada fase grup, Peru kalah telah 0-5. Mungkin kejadian dua pekan lalu itu masih mengganggu benak Gareca.

Tapi, ini pertandingan final dan riwayat Ricarco Gareca tersebut didukung riwayat pelatih dari Argentina pada final Copa America bisa membuat laga dinihari nanti menjadi partai paling menghebohkan sekaligus bersejarah buat Peru.  

THE NATIONAL | ESPN SOCCERNET



Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *